Lingkup Wilayah

Kawasan Perkotaan Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar selanjutnya disebut Kawasan Perkotaan Mamminasata adalah satu kesatuan kawasan perkotaan yang terdiri atas Kota Makassar sebagai kawasan perkotaan inti, Kawasan Perkotaan Maros di Kabupaten Maros, Kawasan Perkotaan Sungguminasa di Kabupaten Gowa, Kawasan Perkotaan Takalar di Kabupaten Takalar, sebagai kawasan perkotaan di sekitarnya, yang membentuk kawasan metropolitan. Kawasan Perkotaan Mamminasata mencakup 46 Kecamatan.
Lingkupnya mencakup 1 Kota, dan 3 Kabupaten, dengan 46 Adminisrasi Kecamatan. 

  1. Pemerintah Kota Makasar (12.778 Ha)
  2. Pemerintah Kabupaten Maros  (41.852 Ha)
  3. Pemerintah Kabupaten Gowa (36.800 Ha)
  4. Pemerintah Kabupaten Takalar (83.933 Ha)

Profil KSN

Profil Kawasan Strategis Nasional (KSN) Kawasan Perkotaan Mamminasata, digambarkan melalui Kegiatan-Kegiatan yang terdapat didalamnya dan Sistem Jaringan Prasarana untuk mendukung dan mewujudkan Tujuan Penataan Ruang dari KSN Mamminasata. 
Tujuan utama adalah mewujudkan Kawasan Perkotaan Mamminasata sebagai salah satu pusat pertumbuhan wilayah dan/atau pusat orientasi pelayanan berskala internasional serta penggerak utama di Kawasan Timur Indonesia, sehingga mampu memgang peran sebagai Pusat Logistik Indonesia Timur, baik sebagai Pusat Produksi, dan sekaligus sebagai Pusat dan Jalur Distribusi Nasional dan Internasional.

  1. Pembangunan Perkotaan Terpadu yang Berdaya Saing
    • Perkotaan Inti dan Pusat-Pusat Pertumbuhan
    • Sistem Jaringan Prasarana Perkotaan
  2. Sentra Kawasan Ekonomi Baru dan Industri Strategis
    • Pusat Perdagangan dan Jasa (Komesial dan Pusat Bisnis)
    • Pusat Kegiatan Pertanian, Perikanan dan
    • Pengolahan Hasil Produksi
  3. Peningkatan Aksesibilitas antar wilayah
    • Sistem Transportasi Darat; Jalan Raya, Jalan Bebas Hambatan dan Kereta Api
    • Sistem Transortasi Udara
    • Sistem Transortasi Laut dan Pengembangan Kawasan Pelabuhan

Pembangunan Perkotaan Terpadu yang Berdaya Saing

  1. Program Go Green, berupa Promosi areal hijau dan taman dengan sasaran peningkatan areal hijau seluas 25.000 ha. 
  2. Kawasan Kota Baru, berupa pembangunan kota baru di Gowa dan Maros hingga 3.500 ha.
  3. Program Pengembangan Kawasan Pendidikan Universitas Hassanudin (Kampus Baru) di Bontomarannu Gowa sebagai Kawasan Pendidikan Mammkinasata.

Sarana Prasarana

Sistem Jaringan Prasarana Perkotaan

  1. Program Pengelolaan Sampah  TPA Regional Mamminasata; Pengelolaan Sampah Regional termasuk pabrik pemilahan, pengomposan, TPA (Pattalassang) alat berat, jalan akses, fasilitas pendukung, stasiun transfer.
  2. Program Pasokan Air Bersih Mamminasata, utamanya Maros dan Takalar.
  3. Program Pengelolaan Limbah Cair, Instalasi Pengolahan Air Limbah di Kota Makasar (Pantai Losari)
  4. Program Drainase Kawasan Bandara dan Kawasan Rawan Banjir di sebelah timur Kota Makasar dan Maros.

Sentra Kawasan Ekonomi Baru dan Industri Strategis    

  1. Pusat Perdagangan dan Jasa (Komesial dan Pusat Bisnis)
  2. Pusat Kegiatan Pertanian, Perikanan dan 
  3. Pengolahan Hasil Produksi
  4. Program Kawasan Industri, berupa KIMA, KIMA 2 Pembangunan KI di Maros hingga 566 ha.
  5. Program Pengembangan Kawasan Maritim Takalar

Peningkatan Aksesibilitas antar wilayah

  1. Sistem Transportasi Darat; Jalan Raya, Jalan Bebas Hambatan dan Kereta Api
  2. Sistem Transortasi Udara
  3. Sistem Transortasi Laut dan Pengembangan Kawasan Pelabuhan

Sistem Transportasi Darat; Jalan Raya, Jalan Bebas Hambatan dan Kereta Api

  1. Program Jaringan Jalan Metropolitan Mamminasata; Pembangunan Jalan Arteri Jalan Trans Sulawesi, Hertasning, Abdullah Daeng Sirua, dan Mamminasata Bypass.
  2. Program Pembangunan Monorel Kawasan Perkotaan Mamminasata

Sistem Transportasi Udara

  1. Bandara Udara Internasional Hasauddin Maros

Sistem Transortasi Laut dan Pengembangan Kawasan Pelabuhan

  1. Kawasan Pelabuhan
  2. Pelabuhan Laut Internasional
    • Terminal Penumpang
    • Terminal Barang dan Kargo
  3. Pelabuhan Perikanan Samudera

Isu Strategis

Di dalam sistem perkotaan nasional, Makassar sebagai kota utama dalam lingkup Kawasan Perkotaan Mamminasata berperan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN)

  1. Perkotaan Makasar dengan Mamminasata saat ini berkembang sebagai pintu gerbang bagi pembangunan Indonesia di Kawasan Timur, berfungsi sebagai pusat pelayanan produksi, distribusi dan jasa, serta berfungsi sebagai simpul transportasi untuk melayani wilayah nasional atau beberapa propinsi.
  2. Bersamaan dengan pesatnya perkembangan Kota Makassar, tumbuh pula berbagai pesoalan pada Kawasan Perkotaan Mamminasata kepada, antara lain lingkungan, transportasi, kelangkaan sarana dan prasarana permukiman, sosial dan ekonomi.
  3. Dalam Pengembangan Kawasan Metropolitan Mamminasata terdapat empat isu strategis yang menjadi perhatian utama, yaitu :
    1. pengembangan ekonomi (investasi) dan keseimbangan antar wilayah, 
    2. pengembangan Kawasan Metropolitan Mamminasata dalam kerangka pengembangan Pulau Sulawesi, 
    3. keterkaitan Kawasan Perkotaan Mamminasata dengan kawasan produksi di Sulsel dan Sulbar, dan 
    4. penyelesaian persoalan internal perkotaan di Kawasan Perkotaan Mamminasata.
  4. Pengelolaan dan Kelembagaan KSN Mamminasata. 

Semua isu tersebut dipandang strategis karena menentukan tercapainya visi Kawasan Perkotaan Mamminasata yaitu terwujudnya Kawasan Perkotaan Mamminasata dengan program perkotaan yang hijau, nyaman, indah dan sehat yang juga mampu mendatangkan investor serta dapat disejajarkan dengan kota metropolitan di dunia sebagai kawasan metropolitan terkemuka dan terdepan di Kawasan Timur Indonesia yang berwawasan internasional dan bersendikan kearifan lokal.

Tujuan KSN

  1. Kawasan Perkotaan Mamminasata sebagai salah satu Pusat Pertumbuhan Wilayah dan/ atau Pusat Orientasi Pelayanan berskala Internasional, serta Penggerak Utama di Kawasan Timur Indonesia.
  2. Keterpaduan penyelenggaraan penataan ruang antara wilayah nasional, wilayah provinsi, dan wilayah kabupaten/ kota di Kawasan Perkotaan Mamminasata.
  3. Sistem perkotaan Kawasan Perkotaan Mamminasat yang berhierarki, terstruktur, dan seimbang sesuai fungsi dan tingkat pelayanannya.
  4. Keseimbangan fungsi lindung dan fungsi budidaya pada Kawasan Perkotaan Mamminasata sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan.
  5. Pertahanan dan keamanan negara yang dinamis serta integrasi nasional di Kawasan Perkotaan Mamminasata.

Kebijakan

Kebijakan penataan ruang Kawasan Perkotaan Mamminasata meliputi :

  1. pengembangan ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan negara, serta pelestarian lingkungan hidup sebagai satu kesatuan;
  2. pengembangan Kawasan Perkotaan Maminasata sebagai pusat orientasi pelayanan berskala internasional dan penggerak utama bagi Kawasan Timur Indonesia;
  3. pengembangan Kawasan Perkotaan Mamminasata sebagai pusat pertumbuhan dan sentra pengolahan hasil produksi bagi pembangunan kawasan perkotaan inti dan kawasan perkotaan di sekitarnya; dan
  4. peningkatan aksesibilitas antarwilayah dan pemerataan jangkauan pelayanan sistem jaringan prasarana di Kawasan Perkotaan Mamminasata.

Strategi Pengembangan Kawasan Perkotaan Mamminasata sebagai Pusat Orientasi pelayanan berskala internasional dan penggerak utama bagi Kawasan Timur Indonesia, terdiri atas :

  1. Mendorong kawasan perkotaan inti dan pusat-pusat pertumbuhan agar berdaya saing dalam mendukung pengembangan kawasan perkotaan di sekitarnya
  2. Mengembangkan pusat pertumbuhan baru di kawasan yang memiliki nilai ekonomi, sosiial, budaya, serta yang belum terlayani oleh pusat pertumbuhan yang ada
  3. Mendorong terselenggaranya pembangunan Kawasan Perkotaan Mamminasata secara terpadu melalui koordinasi lintas sektor, lintas wilayah dan antar pemangku kepentingan.

Strategi Pengembangan Kawasan Perkotaan Mamminasata sebagai pusat pertumbuhan dan sentra pengolahan hasil produksi bagi pembangunan kawasan perkotaan inti dan kawasan perkotaan di sekitarnya, terdiri atas :

  1. Mendorong pengembangan pusat perdagangan dan jasa, pusat kegiatan kegiatan pertanian, pusat kegiatan perikanan, dan pusat kegiatan pengolahan hasil produksi.
  2. Mendorong pengembangan sentra-sentra kawasan ekonomi baru dalam pengolahan hasil produksi, pertanian, dan perikanan.
  3. Mendorong pembangunan industri strategis kawasan dengan pemanfaatan sumber daya pesisir dan kelautan
  4. Meningkatkan keterkaitan wilayah penghasil bahan baku industri dengan kawasan peruntukan industri pengolahan di Kawasan Perkotaan Mamminasata.

Strategi peningkatan aksesibilitas antarwilayah dan pemerataan jangkauan pelayanan sistem jaringan prasarana di Kawasan Perkotaan Mamminasata, terdiri atas :

  1. Memantapkan aksesibilitas antarwilayah guna mendukung pengembangan Koridor Ekonomi Sulawesi
  2. Meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan sistem jaringan transportasi perkotaan yang seimbang dan terpadu untuk menjamin aksesibilitas yang tinggi antara kawasan perkotaan inti dengan kawasan perkotaan di sekitarnya.
  3. Mengembangkan jaringan jalan bebas hambatan, manajemen dan rekayasa lalu lintas, serta penyediaan dan sosialisasi sistem pelayanan angkutan umum massal yang terpadu
  4. Mengembangkan keterpaduan sistem jaringan transportasi darat, transportasi laut, dan transportasi udara, untuk menjamin aksesibilitas yang tinggi antar PKN dan antar negara.
  5. Meningkatkan kualitas dan jangakauan pelayanan sistem jaringan energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
  6. Meningkatkan kualitas dan jangana pelayanan sistem jaringan telekomunikasi yang mencapai seluruh pusat kegiatan dan permukiman di Kawasan Perkotaan Mamminasata.
  7. Meningkatkan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber day air, dan pengendalian daya rusak air dengan berbasis pengelolaan wilayah sungai secara terpadu.
  8. Meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan air minum, air limbah, drainase dan persampahan secara terpadu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kawasan Perkotaan Mamminasata.
Loading