Perpres RTR Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi ini menegaskan adanya pengembangan sistem evakuasi bencana yang terintegrasi dengan sistem permukiman dan sistem jaringan prasarana, penyesuaian pemanfaatan ruang pada kawasan rawan bencana alam geologi yang terdampak langsung, serta adanya pengendalian yang tinggi pada kawasan rawan bencana alam geologi yang di dalamnya terdapat kantung (enclave) permukiman. Pengendalian pada kawasan rawan bencana alam geologi yang di dalamnya terdapat kantung (enclave) permukiman dilakukan dengan konsep kehidupan harmonis berdampingan dengan bencana alam.

Cakupan Wilayah

Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi mencakup 18 (delapan belas) kecamatan meliputi:

  • Taman Nasional Gunung Merapi, terdiri atas:
    1. sebagian wilayah Kecamatan Dukun dan sebagian wilayah Kecamatan Srumbung di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah;
    2. sebagian wilayah Kecamatan Selo, sebagian wilayah Kecamatan Cepogo, dan sebagian wilayah Kecamatan Musuk di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah;
    3. sebagian wilayah Kecamatan Kemalang di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah; dan
    4. sebagian wilayah Kecamatan Turi, sebagian wilayah Kecamatan Pakem, dan sebagian wilayah Kecamatan Cangkringan di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Kawasan Sekitar Taman Nasional Gunung Merapi, terdiri atas: 
    1. seluruh wilayah Kecamatan Sawangan, seluruh wilayah Kecamatan Muntilan, seluruh wilayah Kecamatan Salam, seluruh wilayah Kecamatan Mungkid, seluruh wilayah Kecamatan Ngluwar, sebagian wilayah Kecamatan Dukun, dan sebagian wilayah Kecamatan Srumbung di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah;
    2. sebagian wilayah Kecamatan Selo, sebagian wilayah Kecamatan Cepogo, dan sebagian wilayah Kecamatan Musuk di Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah;
    3. seluruh wilayah Kecamatan Manisrenggo, seluruh wilayah Kecamatan Karangnongko, dan sebagian wilayah Kecamatan Kemalang di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah; dan
    4. seluruh wilayah Kecamatan Tempel, sebagian wilayah Kecamatan Turi, sebagian wilayah Kecamatan Pakem, sebagian wilayah Kecamatan Cangkringan, dan sebagian wilayah Kecamatan Ngemplak di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Isu Strategis

  • Terdapat potensi keanekaragaman hayati dan sosial budaya masyarakat yang perlu dilindungi dan dikembangkan
  • Terjadi kerusakan ekosistem, sarana prasarana serta kehidupan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal akibat letusan Gn. Merapi
  • Kondisi sarana prasarana yang tidak dapat mengakomodasi keperluan evakuasi bencana akibat kondisi topografi yang sulit
  • Terdapat kepentingan masyarakat setempat untuk bermukim dan beraktivitas di kawasan rawan bencana.

Konsep Dasar Pengembangan

  1. Melindungi kawasan Gunung Merapi sebagai potensi keanekaragaman hayati dan kearifan lokal
  2. Menjaga harmonisasi kehidupan antar masyarakat, serta masyarakat dengan lingkungan.
  3. Mempertimbangkan Kawasan Gunung Merapi sebagai daerah rawan bencana.
  4. Membebaskan area terdampak langsung dalam KRB dari permukiman
  5. Mempertimbangkan kontinuitas dan peningkatan produktivitas kegiatan sosial-ekonomi masyarakat.
  6. Menerapkan konsep “living in harmony with disaster”  diterapkan pada kawasan yang relatif cukup aman bagi keselamatan masyarakat.

Tujuan

Penataan Ruang Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi bertujuan untuk Mewujudkan tata ruang Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi yang berkualitas dalam rangka menjamin kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Kawasan TN Gunung Merapi yang berbasis mitigasi bencana

Kebijakan

Dalam mencapai tujuan penataan ruang KSN Taman Nasional Gunung Merapi, ditetapkan kebijakan penataan ruang, sebagai berikut :

  1. Pelestarian lingkungan Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi
  2. Pengembangan Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi Berbasis Mitigasi Bencana

 

Loading