Cakupan wilayah

KSN Danau Toba dan sekitarnya merupakan KSN dari sudut kepentingan lingkungan hidup yang meliputi Badan Danau, DTA dan CAT yang terkait dengan perairan Danau Toba, serta pusat kegiatan dan jaringan prasarana yang tidak berada di Badan Danau, DTA, dan CAT yang terkait dengan perairan Danau Toba dan mendukung pengembangan perairan Danau Toba.

Badan Danau dikelilingi oleh 7 (tujuh) Kabupaten dan 28 (dua puluh delapan) Kecamatan yang terdiri atas:

  • 1 kecamatan di Kecamatan Merek di Kabupaten Karo;
  • 7 kecamatan di Kabupaten Simalungun yang meliputi Kecamatan Simalungun, Kecamatan Pematang Silimakuta, Kecamatan Silimakuta, Kecamatan Haranggaol Horison, Kecamatan Dolok Pardamean, Kecamatan Pematang Sidamanik, dan Kecamatan Girsang Sipangan Bolon
  • 8 kecamatan di Kabupaten Toba Samosir yang meliputi Kecamatan Ajibata, Kecamatan Lumban Julu, Kecamatan Uluan, Kecamatan Porsea, Kecamatan Siantar Narumonda, Kecamatan Sigumpar, Kecamatan Balige, dan Kecamatan Tampahan;
  • 1 kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara yaitu Kecamatan Muara;
  • 2 kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan terdiri dari Kecamatan Lintong Nihuta dan Kecamatan Baktiraja;
  • 8 kecamatan di Kabupate Samosir yang meliputi Kecamatan Sitio-tio, Kecamatan Harian, Kecamatan Pangururan, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kecamatan Simanindo, Kecamatan Onan Runggu, Kecamatan Nainggolan, dan Kecamatan Palipi; dan
  • 1 kecamatan di Kabupaten Dairi yaitu Kecamatan Silahisabungan.

DTA mencakup 25 (dua puluh lima) Sub DAS pada 7 (tujuh) kabupaten dan 61 (enam puluh satu) kecamatan di Provinsi Sumatera Utara yang terdiri atas:

  1. 3 (tiga) Sub DAS di Kabupaten Karo yang meliputi:
    • Sub DAS Aek Sigumbang di Kecamatan Merek;
    • Sub DAS Haranggaol di Kecamatan Merek; dan
    • Sub DAS Aek Ringgo di Kecamatan Merek.
  2. 4 (empat) Sub DAS di Kabupaten Simalungun yang meliputi:
    • Sub DAS Aek Sigumbang di Kecamatan Pematang Silimakuta;
    • Sub DAS Haranggaol di 5 (lima) kecamatan meliputi Kecamatan Merek, Kecamatan Pematang Silimakuta, Kecamatan Silimakuta, Kecamatan Haranggaol Horison, dan Kecamatan Purba;
    • Sub DAS Situnggaling di 5 (lima) kecamatan meliputi Kecamatan Haranggaol Horison, Kecamatan Purba, Kecamatan Dolok Perdamean, Kecamatan Pematang Sidamanik, dan Kecamatan Girsang Sipangan Bolon; dan
    • Sub DAS Bah Naborsahan di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.
  3. 8 (delapan) Sub DAS di Kabupaten Toba Samosir yang meliputi:
    • Sub DAS Bah Naborsahan di Kecamatan Ajibata;
    • Sub DAS Bah Tongguran di 2 (dua) kecamatan meliputi Kecamatan Lumban Julu dan Kecamatan Ajibata;
    • Sub DAS Aek Gopgopan di 3 (tiga) kecamatan meliputi Kecamatan Lumban Julu, Kecamatan Ajibata, dan Kecamatan Porsea;
    • Sub DAS Aek Mandosi di 6 (enam) kecamatan meliputi Kecamatan Lumban Julu, Kecamatan Porsea, Kecamatan Bona Tua Lunasi, Kecamatan Uluan, Kecamatan Parmaksian, dan Kecamatan Siantar Narumonda;
    • Sub DAS Aek Bolon di 3 (tiga) kecamatan meliputi Kecamatan Siantar Narumonda, Kecamatan Sigumpar, dan Kecamatan Silaen;
    • Sub DAS Aek Simare di 4 (empat) kecamatan meliputi Kecamatan Sigumpar, Kecamatan Silaen, Kecamatan Bor-bor, dan Kecamatan Balige;
    • Sub DAS Aek Halian di 3 (tiga) kecamatan meliputi Kecamatan Laguboti, Kecamatan Bor-bor, dan Kecamatan Balige; dan
    • Sub DAS Aek Sitobu di 2 (dua) kecamatan meliputi Kecamatan Balige dan Kecamatan Tampahan.
  4. 4 (empat) Sub DAS di Kabupaten Tapanuli Utara yang meliputi:
    • Sub DAS Aek Simare di 2 (dua) kecamatan meliputi Kecamatan Siborong-borong dan Kecamatan Sipahutar;
    • Sub DAS Aek Halian di Kecamatan Siborong-borong;
    • Sub DAS Aek Sitobu di 2 (dua) kecamatan meliputi Kecamatan Muara dan Kecamatan Siborong-borong; dan
    • Sub DAS Aek Siparbue di Kecamatan Muara.
  5. 2 (dua) Sub DAS di Kabupaten Humbang Hasundutan yang meliputi:
    • Sub DAS Aek Siparbue di 2 (dua) kecamatan meliputi Kecamatan Paranginan dan Kecamatan Lintong Nihuta; dan
    • Sub DAS Aek Silang di 5 (lima) kecamatan meliputi Kecamatan Paranginan, Kecamatan Lintong Nihuta, Kecamatan Baktiraja, Kecamatan Dolok Sanggul, dan Kecamatan Pollung.
  6. 13 (tiga belas) Sub DAS di Kabupaten Samosir yang meliputi:
    • Sub DAS Aek Silang di Kecamatan Harian;
    • Sub DAS Aek Bodang di 2 (dua) kecamatan meliputi Kecamatan Sitio-tio dan Kecamatan Harian;
    • Sub DAS Aek Parombahan di 3 (tiga) kecamatan meliputi Kecamatan Harian, Kecamatan Sianjur Mula-mula, dan Kecamatan Pangururan;
    • Sub DAS Aek Tulas di 2 (dua) kecamatan meliputi Kecamatan Sianjur Mula-mula dan Kecamatan Pangururan;
    • Sub DAS Aek Ringgo di Kecamatan Sianjur Mula-mula;
    • Sub DAS Binanga Simaratuang di 2 (dua) kecamatan meliputi Kecamatan Simanindo dan Kecamatan Pangururan;
    • Sub DAS Binanga Aron di 3 (tiga) kecamatan meliputi Kecamatan Simanindo, Kecamatan Pangururan, dan Kecamatan Ronggur Nihuta;
    • Sub DAS Binanga Guluan di 4 (empat) kecamatan meliputi Kecamatan Pangururan, Kecamatan Simanindo, Kecamatan Ronggur Nihuta, dan Kecamatan Palipi;
    • Sub DAS Binanga Silubung di 4 (empat) kecamatan meliputi Kecamatan Palipi, Kecamatan Simanindo, Kecamatan Onan Runggu, dan Kecamatan Nainggolan;
    • Sub DAS Binanga Bolon di 3 (tiga) kecamatan meliputi Kecamatan Palipi, Kecamatan Nainggolan, dan Kecamatan Onan Runggu;
    • Sub DAS Sigumbang di 2 (dua) kecamatan meliputi Kecamatan Nainggolan dan Kecamatan Onan Runggu;
    • Sub DAS Aek Simala di Kecamatan Onan Runggu; dan
    • Sub DAS Sitiung-tiung di 3 (tiga) kecamatan meliputi Kecamatan Simanindo, Kecamatan Ronggur Nihuta, dan Kecamatan Onan Runggu.
  7. 2 (dua) Sub DAS pada Kabupaten Dairi yang meliputi:
    • Sub DAS Aek Ringgo di 3 (tiga) kecamatan meliputi Kecamatan Silahisabungan, Kecamatan Parbuluan, dan Kecamatan Sumbul; dan
    • Sub DAS Aek Sigumbang di Kecamatan Silahisabungan.

CAT meliputi:

  1. CAT Sidikalang di 4 (empat) kabupaten yang meliputi:
    • Kecamatan Silahi Sabungan, Kecamatan Sumbul, Kecamatan Parbuluan, Kecamatan Sidikalang, Kecamatan Sitinjo, Kecamatan Tiga Lingga, Kecamatan Pegagang Hilir, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kecamatan Siempat Nempu, Kecamatan Tanah Pinem, dan Kecamatan Gunung Sitember pada Kabupaten Dairi;
    • Kecamatan Kerajaan, Kecamatan Tinada, Kecamatan Siempat Rube, dan Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu pada Kabupaten Pakpak Bharat;
    • Kecamatan Pangururan, Kecamatan Sitio-tio, Kecamatan Sianjur Mula-mula, dan Kecamatan Harian pada Kabupaten Samosir; dan
    • Kecamatan Parlilitan, Kecamatan Pollung, Kecamatan Dolok Sanggul, Kecamatan Sijamapolang, Kecamatan Baktiraja, dan Kecamatan Onan Ganjang pada Kabupaten Humbang Hasundutan.
  2. CAT Tarutung di 3 (tiga) kabupaten yang meliputi:
    • Kecamatan Lintong Nihuta, Kecamatan Baktiraja, dan Kecamatan Paranginan pada Kabupaten Humbang Hasundutan;
    • Kecamatan Muara, Kecamatan Siborong-borong, Kecamatan Pagaran, Kecamatan Parmonangan, Kecamatan Sipoholon, Kecamatan Tarutung, Kecamatan Sipahutar, dan Kecamatan Siatas Barita pada Kabupaten Tapanuli Utara; dan
    • Kecamatan Tampahan dan Kecamatan Balige pada Kabupaten Toba Samsosir.
  3. CAT Porsea Parapat di 2 (dua) kabupaten yang meliputi:
    • Kecamatan Ajibata, Kecamatan Lumban Julu, Kecamatan Bona Tua Lunasi, Kecamatan Uluan, Kecamatan Porsea, Kecamatan Pemaksian, Kecamatan Siantar Narumonda, Kecamatan Sigumpar, Kecamatan Silaen, Kecamatan Laguboti, Kecamatan Balige, dan Kecamatan Tampahan pada Kabupaten Toba Samosir; dan
    • Kecamatan Girsang Sipangan Bolon pada Kabupaten Simalungun.
  4. CAT Samosir, yang meliputi Kecamatan Simanindo, Kecamatan Pangururan, Kecamatan Ronggur Nihuta, Kecamatan Palipi, Kecamatan Nainggolan, dan Kecamatan Onan Runggu pada Kabupaten Samosir.

Pusat kegiatan dan jaringan prasarana yang tidak berada di Badan Danau, DTA, dan CAT meliputi pusat kegiatan dan jaringan prasarana, yang berada di:

  1. Sebagian Kecamatan Merek di Kabupaten Karo; dan
  2. Sebagian Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun.

Profil Wilayah

Kawasan Danau Toba merupakan salah satu kawasan pariwisata andalan Indonesia yang terletak di Provinsi Sumatera Utara secara administratif kawasan ini meliputi tujuh kabupaten yaitu Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, Samosir Simalunggun, Karo, dan Dairi. Luas keseluruhan Danau Toba sekitar 372.681 hektar meliputi 259.721 hektar daratan dan 112.960 hektar perairan (tubuh air).

Selain fungsi pariwisata, Kawasan Danau Toba berperan penting bagi kehidupan Provinsi Sumatera Utara terdapat 19 sungau yang mengalirkan airnya dari daerah tangkapan air sekitar danai ke dalam badan air Danau Toba dengn hanya satu sungai yang merupakan pelepasan air daei danai ini yaitu Sunfau Asaganb yang bermuara di pantai timur Sumtera Utara. Disamping itu Danau Toba berperan sebagai penyedia air berbagai aktifitas masyarakat Sumatera Utara. Peran penting Danau Toba tersebut ditambahkan lagi dengan multiplier effect pada ekonomi wilayah tercipta dari keberadaan kegiatan pariwisata berskala internasional di Danau Toba, seperti kegiatan perdagangan dan jasa pelayanan yang terkait dengan pariwisata.

Isu-isu Srategis

Isu Pelestarian Sumber Daya Air

  1. Lunturnya nilai-nilai kearifan lokal budaya Suku Batak membuat fungsi Danau Toba sebagai sumber air kehidupan mulai menurun
  2. Masyarakat dan dunia usaha membuang limbah domestik dan limbah cair ke Badan Danau Toba

Arah Pengembangan: Danau Toba sebagai sumber air kehidupan ‘aek natio’ yang berkelnjutan bagi masyarakat

Isu Perikanan

  1. Kondisi perairan Danau Toba telah mengalami pencemaran sehingga kualitas air danau menurun
  2. Lahan yang kritis sampai dengan sangat kritis sudah mencapai >65% dari luas Daerah Tangkapan Air (DTA)
  3. Terdapat ikan endemik (ikan batak/ikan ihan) yang terancam punah
  4. Kegiatan budi daya ikan sebanyak 5.612 unit ternyata menghasilkan limbah organik yang tinggi
  5. Kehilangan kawasan hutan sebesar 16.000 Ha

Arah Pengembangan: Terjaganya ekosistem Danau Toba secara berkelanjutan

Isu Pertanian dan Perkebunan

  1. Potensi unggulan tanaman hortikulturan di Kabupaten Karo
  2. Potensi unggulan tanaman pangan dan perkebunan terutama perkebunan karet di Kabupaten Dairi
  3. Potensi unggulan perkebunan kopi di Kabupaten Tapanuli Utara
  4. Potensi unggulan pertanian tanaman pangan di Kabupaten Toba Samosir
  5. Potensi unggulan pertanian di Kabupaten Simalungun
  6. Potensi unggulan perkebunan antara lain kopi di Kabupaten Humbang Hasundutan

Arah Pengembangan: Peningkatan kesejahteraan masyarakat dan swasembada pangan yang berkelanjutan

Isu Budaya

  1. Nilai-nilai budaya sudah mulai ditinggalkan masyarakat
  2. Arsitektur rumah Batak yang sudah mulai hilang tergantikan dengan bangunan modern

Arah Pengembangan: Pelestarian budaya suku Batak dan kampung adat masyarakat suku Batak

Isu Pariwisata

  1. Memiliki potensi wisata panorama alam danau akibat proses geologi dan wisata budaya
  2. Penurunan jumlah wisatawan
  3. Salah satu dari 15 Fokus Wilayah/Lokasi Pengembangan Destinasi tahun 2010-2014 dengan target jumlah wisatawan sebesar 360.000 orang
  4. Keterkaitan destinasi pariwisata dengan Kota Medan didukung oleh infrastruktur jaringan jalan namun arus lalu lintas sangat padat
  5. Adanya pesta adat yang dikenal dengan nama Pesta Danau Toba yang diikuti etnik batak: Angkola-Mandailing, Karo, Pakpak-Dairi, Simalungun dan Toba

Arah Pengembangan: Kawasan Danau Toba dan sekitarnya sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional

Isu Infrastruktur

  1. Akses jalan untuk kegiatan wisata panorama Danau Toba belum memadai
  2. Prasarana bandar udara dan dermaga penyeberangan kurang memadai untuk mendukung kegiatan wisata
  3. Minimnya pasokan listrik di kawasan sekitar Danau Toba yang merupakan daerah tujuan pariwisata
  4. Potensi panas bumi di Pusuk Buhit
  5. PLTA Sigura-gura tidak maksimal memenuhi kebutuhan listrik di kawasan sekitar Danau Toba

Arah Pengembangan: Keterkaitan antarwilayah yang semakin intensif dengan terjalinnya kerjasama antarwilayah

Strategi Penataan Ruang

  1. Pemertahanan kestabilan kuantitas dan pemulihan kualitas air Danau Toba
  2. Pelestarian ekosistem penting perairan danau dan sekitarnya
  3. Pelestarian kawasan kampung dan budaya masyarakat adat batak
  4. Pengendalian kawasan budi daya perikanan danau 
  5. Pemertahanan kawasan pertanian tanaman pangan untuk ketahanan pangan
  6. Pengendalian kawasan budi daya hortikultura, peternakan, dan perkebunan berbasis masyarakat dan ramah lingkungan
  7. Perwujudan kerja sama pengelolaan dan pemeliharaan kualitas lingkungan hidup, pemasaran produksi kawasan budi daya, peningkatan dan pelayanan prasarana dan sarana antarwilayah

Tujuan

Penataan ruang Kawasan Danau Toba bertujuan untuk mewujudkan:

  1. Pelestarian Kawasan Danau Toba sebagai air kehidupan (Aek Natio) masyarakat, ekosistem, dan kawasan kampung masyarakat adat Batak; dan
  2. Pengembangan kawasan pariwisata berskala dunia yang terintegrasi dengan pengendalian kawasan budi daya sesuai dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup serta adaptif terhadap bencana alam.

Kebijakan

  1. Pemertahanan kestabilan kuantitas dan pengendalian kualitas air Danau Toba;
  2. Pelestarian ekosistem penting perairan danau dan sekitarnya;
  3. Pelestarian kawasan kampung dan budaya masyarakat adat Batak;
  4. Pengembangan dan pengendalian pemanfaatan kawasan pariwisata berkelas (high-end) dan kawasan pariwisata massal yang berdaya tarik internasional, nasional, dan regional yang adaptif terhadap bencana alam;
  5. Pengendalian kawasan budi daya perikanan danau;
  6. Pemertahanan kawasan pertanian tanaman pangan untuk ketahanan pangan;
  7. Pengendalian kawasan budi daya peternakan, hortikultura, dan perkebunan berbasis masyarakat dan ramah lingkungan; dan
  8. Perwujudan kerja sama pengelolaan dan pemeliharaan kualitas lingkungan hidup, pemasaran produksi kawasan budi daya, dan peningkatan pelayanan prasarana dan sarana antar wilayah
Loading