Gambaran Umum


Kawasan Strategis Nasional (KSN) Borobudur meliputi Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Pawon dengan luas sekitar 1.117 hektare meliputi tiga desa yakni Desa Borobudur (Candi Borobudur), Desa Wanurejo (Candi Pawon), dan Kelurahan Mendut (Candi Mendut).

Candi Borobudur merupakan candi terbesar di Indonesia yang didirikan oleh para penganut Agama Buddha sekitar tahun 824 M. Candi Borobudur ini memikat wisatawan seluruh dunia dengan konstruksi bangunan candi yang unik, serta 1.460 relief tentang rangkaian cerita pada masa pembangunannya yang mengelilinginya. Selain sebagai tempat wisata, candi ini juga menjadi pusat ibadah penganut Agama Buddha, khususnya pada saat perayaan Hari Waisak. Candi Borobudur ini merupakan candi terbesar ke dua setelah Candi Ankor Wat yang terletak di Kamboja. Candi Borobudur yang memiliki luas bangunan 15.129 m2 ini tersusun dari 55.000 m3 batu. Dua juta potongan batu - batuan inilah yang menjadikannya sumber daya pusaka (heritage) yang sangat besar nilainya dan tidak dimiliki oleh  candi – ccandi yang lain. Candi Borobudur merupakan salah satu dari 851 bangunan kuno di dunia yang mendapatkan perhatian khusus.  Berdasarkan hal tersebut Kawasan Candi Borobudur dan sekitarnya dijadikan sebagai suatu Kawasan Strategis Nasional karena merupakan warisan budaya dunia yang dimiliki Indonesia dan telah diakui oleh UNESCO sejak tahun  1991 dengan Nomor C-592.

Kawasan Strategis Nasional (KSN) Borobudur dan sekitarnya ke dalam Kawasan Strategis Nasional (KSN) melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap budaya, lingkungan, dan termasuk wilayah yang ditetapkan sebagai warisan dunia. Amanat di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2008 ini juga tertuang di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Propinsi Jawa Tengah sebagai turunan Peraturan Pemerintah tersebut. Kawasan Borobudur dijadikan sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dan ditetapkan sebagai salah satu kawasan cagar budaya, ilmu pengetahuan, dan pusat pariwisata. Saat ini Kawasan Strategis Nasional (KSN) Borobudur telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2014 dengan sudut kepentingan sosial budaya dan termasuk kedalam tipologi Kawasan Warisan Budaya/Adat Tertentu. Dengan tujuan Penataan Ruang Kawasan Strategis Nasional (KSN) Borobudur adalah untuk mengendalikan pemanfaatan ruang di Kawasan Borobudur dalam rangka menjamin terciptanya keselarasan antara upaya pelestarian dan pengembangan kawasan cagar budaya dunia.

Loading