Gambaran Umum


Kawasan Strategi Nasional (KSN) Merapi merupakan salah satu KSN yang ada di Pulau Jawa. KSN ini mencakup dua wilayah yaitu Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk KSN Merapi yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, wilayahnya terdapat di Kabupaten Sleman dan mencakup Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Kawasan TNGM dan sekitarnya sudah ditetapkan sebagai KSN dengan sudut pandang kepentingan lingkungan hidup yang harus direhabilitasi dan dikembangkan. Mengacu pada pasal 123 Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008, Pemerintah menyusun Rencana Tata Ruang (RTR) KSN sebagai operasionalisasi dan Rencana Rinci dari Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) yang selanjutnya diatur dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Taman Nasional Gunung (KTNG) Merapi.

Perekonomian KSN Merapi berkembang pesat seiring dengan perkembangan ekonomi Kabupaten Sleman. Penyumbang Produk Domestik Regional Bruto terbesar di KSN Merapi Daerah Istimewa Yogyakarta dari produksi pertanian, perdagangan, hotel, dan restoran. Sedangkan penyumbang terkecil pada sektor listrik, gas dan air bersih. Produktifitas lahan budidaya yang dimaksud adalah produktifitas pada lahan pertanian. Produksi padi di KSN Merapi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2012 mencapai 84.149 ton, meliputi padi sawah dan padi ladang. Luas panen di wilayah KSN Merapi Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 12.475 hektar, dengan produktifitas sekitar 67,45 kwintal per hektar. Selain padi, produksi palawija yang dihasilkan antara lain jagung, Ubi Jalar, Ubi Kayu, Kacang Tanah, dan Kedelai.

Untuk buah KSN Merapi merupakan sentra produsen salak pondoh. Produsen salak pondoh di KSN Merapi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2012 mencapai 484.572 kwintal. Salak pondoh banyak di tanam di wilayah lereng Gunung Merapi yang memiliki udara sejuk, yaitu di Kecamatan Turi dan Tempel. Selain buah - buahan, produk sayur - sayuran yang dihasilkan di wilayah KSN Merapi DIY diantaranya, Petsai,sawi, kacang panjang, Cabai merah, kangkung, bayam dan tanaman tahunan seperti petai dan melinjo. Wilayah bagian utara seperti Kecamatan Tempel, Pakem, dan Cangkringan berpotensi menghasilkan produk sayuran.

Disektor peternakan di Wilayah KSN Merapi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki populasi ternak yang beragam seperti sapi potong, sapi perah, kambing, dan unggas. Populasi sapi potong pada tahun 2012 mencapai 14.057 ekor, populasi sapi perah mencapai 3.367 ekor, populasi kambing mencapai 10.047 ekor. Sedangkan untuk unggas, unggas jenis ayam kampung biasanya dipelihara oleh masyarakat di rumah dalam jumlah kecil, yang dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam ketahanan pangan, namun ada juga yang diternakkan dalam populasi yang cukup banyak. Ayam potong dan ayam petelur diternakkan dalam skala yang cukup besar. Populasi ayam potong mencapai 792.705 ekor dan populasi ayam petelor sebanyak 678.328 ekor.

Untuk kegiatan perikanan di KSN Merapi Daerah Istimewa Yogyakarta yang berkembang adalah perikanan darat. Pemeliharaan ikan dilakukan di kolam, sawah (mina padi) dan bahkan hasil penangkapan dan budidaya karamba di perairan umum. Pada tahun 2011 luas kolam ikan mencapai 203,99 hektar. Produksi ikan yang dihasilkan 5.018.800 kg dengan rata-rata produksi 24603,17 kg/ha. Untuk luas kolam ikan budidaya minapadi mencapai 26,72 hektar. Produksi ikan yang dihasilkan mencapai 72.400 kg dengan rata-rata produksi 2709,58 kg/ha. Sedangkan luas kolam ikan dari perairan umum mencapai 111,10 hektar. Produksi ikan yang dihasilkan mencapai 72.400 kg dengan rata-rata produksi 651,57 kg/ha.

Objek-objek khusus yang ada diwilayah KSN Merapi sangat banyak. Sebagian besar merupakan lokasi wisata baik wisata alam (seperti kawasan wisata kaliurang, gardupandang boyong, goa jepang, offroad dan lain-lain), wisata sejarah (sepeti situs dan candi), wisata budaya (seperti upacara dan tradisi-tradisi), wisata kuliner dan lain - lain.

Kawasan Strategis Nasional (KSN) Merapi telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2014  dengan sudut kepentingannya adalah fungsi dan daya dukung lingkungan hidup dan termasuk dalam tipologi Kawasan Rawan Bencana. 

Loading