Gambaran Umum


Umum

Secara geografis Pulau Kalimantan (Wilayah Indonesia), terletak diantara 40 24’ LU - 40 10’ LS dan antara  1080 30’ BT - 1190 00’ BT dengan luas wilayah sekitar 549.032 Km². Berbatasan langsung dengan negara Malaysia (Sabah dan Serawak) di sebelah  utara  yang panjang  perbatasannya mencapai 3.000 Km mulai dari Kalimantan Barat sampai dengan Kalimantan Timur

Data Administrasi

Wilayah administrasi Pulau Kalimantan yang ada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, terdiri atas 5 provinsi, yaitu :

  1. Provinsi Kalimantan Selatan dengan ibu kota Banjarmasin dengan luas wilayah 38.744,23 Km2
  2. Provinsi Kalimantan Barat dengan ibu kota Pontianak dengan luas wilayah 147.307,00 Km2
  3. Provinsi Kalimantan Timur dengan ibu kota Samarinda dengan luas wilayah 204.534,34 Km2.
  4. Provinsi Kalimantan Tengah dengan ibu kota Palangkaraya dengan luas wilayah 153.564,50 Km2 , dan
  5. Provinsi Kalimantan Utara dengan  ibu kota Tanjung Selor dengan  luas wilayah  71.176,72 Km2 (resmi disahkan menjadi provinsi dalam rapat paripurna DPR pada tanggal 25 Oktober 2012)

Kalimantan memiliki pulau-pulau kecil, beberapa pulau yang tercatat seperti Pulau Labuhan, Pulau Maya, Pulau Bunyu, Pulau Tarakan, Pulau Karimata, Pulau Laut, Pulau Sebuku, Pulau Natuna, Pulau Subi, Pulau Serasan, Pulau Teberian, Pulau Panebangan, Pulau Damar, Pulau Karayaan, Pulau Keramayan, Pulau Nunukan, Pulau Sebatik, Pulau Bangkudulis, Pulau Baru, Pulau Tibi, Pulau Derawan, Pulau Panjang dan Pulau Kakaban.

Beberapa tanjung yang tercatat di Pulau Kalimantan seperti Tanjung Sampan Mangio, Tanjung Datuk, Tanjung Baram, Tanjung Usang, Tanjung Sambar, Tanjung Silat (Selatan), Tanjung Puting,  Tanjung Layar, Tanjung Mangkalihat, dan Tanjung Malatayur.

Teluk yang ada seperti Teluk Berunai, Teluk Balikpapan, Teluk Adang, Teluk Paitan, Teluk Marudu, Teluk St. Lucia, Teluk Datuk, Teluk Darvel, Teluk Kumai, Teluk Sekatok, Teluk Ampit, Teluk Serban, dan Teluk Sebangau.

Sedangkan wilayah-wilayah yang ada di Pulau Kalimantan tapi tidak termasuk dalam wilayah Negara Kesatuan Indonesia adalah:

  • Malaysia, terdapat 2 negara bagian di Pulau Kalimantan yaitu:​
  1. Sabah dengan Ibukota Kinibalu, dan
  2. Serawak dengan Ibukota Kuching​
  • ​​​​​Brunei Darussalam, terdapat 4 Distrik di Pulau Kalimantan yaitu:
  1. Belait
  2. Brunei dan Muara
  3. Temburong
  4. Tutong

Tujuan Utama dari Rencana Tata Ruang Pulau Kalimantan

Rencana Tata Ruang (RTR) Pulau Kalimantan merupakan arahan bagi rencana pengembangan Pulau Kalimantan sampai jangka waktu 20 tahun mendatang yang menyangkut berbagai kepentingan  stakeholder, oleh karena itu informasi rencana didalamnya harus diketahui tidak hanya oleh kalangan pemerintah saja, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) menyatakan bahwa RTRWN adalah rencana tata ruang yang bersifat umum. Dalam rangka penjabaran dan operasionalisasi sistem nasional yang termuat dalam RTRWN diamanatkan  untuk disusun rencana rinci yang berupa Rencana Tata Ruang Pulau Kalimantan. Terwujudnya Pulau Kalimantan sebagai paru-paru dunia dengan pelestarian kawasan konservasi keanekaragaman hayati dan kawasan hutan tropis basah lebih dari 45 persen dari luas Pulau Kalimantan.

Potensi/ Keunikan

Berdasarkan hasil studi National University of Singapore, Kalimantan adalah provinsi yang tengah  mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Kalimantan berada di posisi ke-3 setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur.   

Pertumbuhan perekonomian Kalimantan akan semakin meningkat mengingat proyek-proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yang sedang dilaksanakan di kawasan-kawasan yang berpotensi di Kalimantan. Presiden telah menetapkan tujuh groundbreaking di Kalimantan Timur. Dua di antaranya akan segera diresmikan. Ke-7 proyek tersebut memiliki nilai secara keseluruhan lebih dari Rp 16 triliun, dan tidak akan lama lagi Kalimantan akan memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat.  Adapun groundbreaking yang telah ditetapkan presiden di antaranya, pabrik pupuk Kaltim V di Bontang, pembangunan terminal baru di Balikpapan dan bandara baru di Samarinda, terminal Pertamina di Lawe-lawe. Selain itu, juga akan dibangun kawasan industri dan pelabuhan internasional di Maloy, pelabuhan kargo internasional di Balikpapan dan bandara baru di Berau.

Berdasarkan hasil validasi hingga 29 April 2013, kegiatan ekonomi yang dilaksanakan di pulau  Kalimantan nilai investasinya mencapai Rp 741 triliun. Proporsi nilai investasi terbesar adalah  proyek minyak dan gas dengan nilai investasi hampir Rp 237 triliun. Selanjutnya batubara sebesar Rp 211 triliun, dan bauksit senilai Rp 106 triliun.

Sekarang ini terdapat 223 kegiatan ekonomi Pulau Kalimantan, 58 kegiatan atau 27% kegiatan  ekonomi sudah valid dengan nilai komitmen investasi sebesar Rp 281 triliun, salah satu pilar pendukung kegiatan sektor ekonomi adalah konektivitas. Kegiatan konektivitas di Pulau Kalimantan terdiri atas pembangunan bandara sebesar Rp 4 triliun.

Penduduk asli Kalimantan dapat digolongkan dalam 4 kelompok: Melayu, Melayu-Dayak, Dayak, dan Dayak-Melayu. Ada 5 budaya dasar masyarakat asli rumpun Austronesia di Kalimantan atau Etnis Orang Kalimantan yaitu Melayu, Dayak, Banjar, Kutai dan Paser. Sedangkan sensus BPS tahun 2010, suku bangsa yang terdapat di Kalimantan Indonesia dikelompokan menjadi tiga yaitu suku Banjar, suku Dayak Indonesia (268 suku bangsa) dan suku asal Kalimantan lainnya (non Dayak dan  non  Banjar). Suku Melayu menempati wilayah Pulau Karimata dan pesisir Kalimantan Barat, Sarawak, Brunei sehingga pesisir Sabah. Suku Banjar menempati pesisir Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur. Suku Kutai dan Paser menempati wilayah Kalimantan Timur. Sedangkan suku Dayak menempati seluruh daerah pedalaman Kalimantan. Keberadaan  orang Tionghoa yang banyak di kota Singkawang.

Pada dasarnya budaya Kalimantan terbagi menjadi budaya pedalaman dan budaya pesisir. Atraksi kedua budaya ini setiap tahun ditampilkan dalam Festival Borneo yang ikuti oleh keempat provinsi di Kalimantan dan diadakan bergiliran di setiap masing-masing provinsi. Selain budaya, Kalimantan juga sangat kaya akan budaya kuliner, diantaranya masakan sari laut.

Pelabuhan sebesar Rp 13,6 triliun; kereta api sebesar Rp 56,5 triliun; jalan sebesar Rp 33,6 triliun; energi sebesar Rp 28 triliun; dan infrastruktur lainnya sebesar Rp 21,6 triliun yang sumber pembiayaan proyek konektivitas tersebut berasal dari dana APBN, swasta, BUMN, maupun campuran dengan total keseluruhan mencapai hampir Rp 158 triliun.

Selain itu di Pulau Kalimantan sedang dilakukan kegiatan berskala nasional yaitu pelaksanaan investasi food estate di Ketapang Kalimantan Barat dan Bulungan Kalimantan timur. Food Estate adalah kegiatan usaha budidaya tanaman skala luas. Pengelolaannya dilakukan dengan konsep industri yang berbasis ilmu pengetahuan, modal, serta organisasi dan manajemen modern. Harapannya, Indonesia akan mengalami kemandirian pangan, mengingat terlalu banyaknya devisa keluar untuk belanja pangan akibat tidak seimbangnya pasokan dibanding kebutuhan yang tinggi.

Penetapan Pulau Kalimantan sebagai pilar energi nasional tidak terlepas dari potensi migas dan batubara. Cadangan minyak mentah di Pulau Kalimantan sebesar 9,3% (2008) dari cadangan nasional. Sedangkan, untuk cadangan batubara mencapai 49,6% dari cadangan batubara nasional. Selain itu, Kalimantan juga menyimpan kekayaan alam yang berpotensi untuk dikembangkan, seperti besi baja, bauksit, kelapa sawit, dan perkayuan. Keenam sektor tersebut menjadi kegiatan   ekonomi utama dalam menentukan arah pembangunan Pulau Kalimantan hingga 2025.

Keunggulan komparatif Pulau Kalimantan yang terletak pada kekayaan alam terbarukan dan non terbarukan berpotensi menjadi daya ungkit perekonomian bangsa. Kontribusi atas migas dan batubara Kalimantan sedikitnya menyumbang pendapatan negara hingga USD100 Juta pada tahun 2010. Produksi kelapa sawit dan kayu tidak kalah dengan kekayaan tambangnya, produksi kelapa sawit pada tahun 2010 tercatat 6,5 juta ton. Sedangkan, sektor perkayuan tercatat di tahun 2010 terdapat hutan produksi seluas 15,7 juta Ha. Disektor bijih besi dan bauksit memiliki potensi ekonomi yang perlu dikembangkan pemanfaatannya. Kondisi ini menunjukkan daya ungkit ekonomi Kalimantan cukup besar, baik untuk regional maupun nasional.

Ada beberapa Kawasan Andalan Batubara dan migas seperti KA Tanjung Redeb dan sekitarnya, KA Sangkulirang-Sangata- Muara Wahau (Sasamawa) dan sekitarnya, KA Tarakan-Tanjung Palas-Nunukan-Pulau Bunyu-Malinau (Tatapanbuma) dan sekitarnya, KA Bontang-Samarinda-Tenggarong-Balikpapan-Penajam dan Sekitarnya (Bonsamtebajam) dan sekitarnya, KA Muarateweh dan sekitarnya, KA Laut Kuala Pembuang dan sekitarnya, KA Laut Pulau Laut, KA Laut Bontang – Tarakan dan Sekitarnya.

Selain itu ada kawasan andalan untuk sektor pertanian seperti KA Singkawang dan sekitarnya, KA  Ketapang dan sekitarnya, KA Kapuas Hulu dan sekitarnya, KA Sanggau dan sekitarnya, KA Sampit-Pangkalan Bun dan sekitarnya, KA Buntok dan sekitarnya, KA Muarateweh dan sekitarnya, KA Kuala Kapuas dan sekitarnya, KA Kandangan dan sekitarnya, KA Banjarmasin dan sekitarnya, KA Sangkulirang-Sangata-Muara Wahau (Sasamawa) dan sekitarnya, KA Bontang-Samarinda-Tenggarong-Balikpapan-Penajam (Bonsamtebajam) dan sekitarnya, KA Batulicin dan sekitarnya, KA Tarakan-Tanjung Palas-Nunukan-Pulau Bunyu-Malinau (Tatapanbuma) dan sekitarnya.  

Dapat dilihat dari beberapa tayangan berikut ini mengenai kondisi ekonomi Pulau Kalimantan:

  • Menyumbang ekonomi nasional sebesar 6,9%, dengan laju pertumbuhan 6,95% lebih besar dari laju perekonomian nasional sekitar 5,86%.
  • Konsentrasi ekonomi sebagian besar ada di Provinsi Kalimantan Timur yaitu sebesar 44,21%, dari seluruh Pulau Kalimantan.
  • Sektor unggulan Pulau Kalimantan seperti: tambang, pertanian, kebun, industri, perdagangan, pariwisata, dan transportasi.
  • Sebesar 27,69% merupakan penyumbang ekspor nasional, terutama ekspor bahan mentah atau 1/2 jadi, migas, batubara, kayu, CPO, industri pengolahan, dan perdagangan.

Isu Strategis

  1. Illegal logging  dalam definisi yang sederhana adalah pembalakan liar. Namun definisi ini tidak akan mujarab jika hendak dipraktikan dalam memberantas illegal logging. Definisi illegal logging sangat luas dan memiliki banyak modus. Definisinya pun mengikuti modus kasusnya secara empirik, sehingga tindakan-tindakan seperti penebangan, sistem pengelolaan, pemasaran, distribusi, perizinan maupun hasil akhir dari produk hasil hutan kayu yang tidak sesuai hukum disebut illegal logging.
  2. Illegal logging menjadi  isu sentral  sekarang  ini terutama dalam pembicaraan kawasan hutan terutama dengan maraknya perusahaan yang bergerak dibidang perkayuan dan pertumbuhan kapitalisme dalam negeri, sehingga permintaan kayu pun menjadi tinggi.
  3. Penegakan  hukum dan keadilan mengenai masalah illegal logging tampaknya belum maksimal bahkan menjadi terpuruk meskipun sudah memilki payung hukum yang ditetapkan oleh pemerintah di dalam UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
  4. Permasalahan perbatasan di Pulau Kalimantan :
  • Kesenjangan dalam perkembangan sosial ekonomi yang mencolok antar wilayah desa, antar  desa dan kota, dan antar sektor ekonomi.
  • Kurangnya peranan dan keterkaitan sektor modern terhadap sektor tradisional
  • Terbatasnya sumber daya manusia baik secara kualitas maupun kuantitas
  • Masih rendahnya tingkat aksesibilitas wilayah dan kurangnya kemudahan terhadap fasilitas sehingga menjadi kendala untuk menarik investasi
  • Terbatasnya infrastruktur berupa sarana dan prasarana transportasi
  • Keadaan topografi yang berat, sebagian besar bergunung-gunung, sehingga sulit dijangkau oleh program pembangunan.
Loading