Gambaran Umum


Umum

Pulau Jawa – Bali merupakan kawasan yang berkembang dengan pesat dan menjadi sentral pembangunan nasional sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahkan sejak jaman kolonial Belanda. Rencana Tata Ruang (RTR) Pulau Jawa - Bali memberikan arahan pengembangan bagi pembangunan di Pulau Jawa - Bali untuk periode 20 tahun ke depan dengan fungsi sebagai :

  1. Perangkat operasional dari Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) serta alat koordinasi dan sinkronisasi Program Pembangunan Wilayah Pulau Jawa - Bali, dan ;
  2. Sebagai dasar pemberian izin pemanfaatan ruang

Data Administrasi

Secara administrasi, Pulau Jawa - Bali terdiri dari 7 provinsi, dengan 6 provinsi terdapat di Pulau Jawa dan 1 Provinsi di Pulau Bali. Provinsi tersebut yaitu:

  1. Provinsi Banten, Provinsi Banten resmi menjadi sebuah provinsi ke - 30 di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak tahun 2000, dibentuk  melalui Undang - Undang Nomor  23 Tahun  2000, sebelumnya  Banten  merupakan  keresidenan sebagai bagian dari Wilayah Provinsi Jawa Barat. Luas wilayah Provinsi Banten sebesar 9.662,92 km2, dengan ibu kota Serang.
  2. Provinsi DKI Jakarta, Provinsi DKI Jakarta merupakan Ibu Kota Negara Republik Indonesia. Terdiri dari 5 Kota dan 1 Kabupaten, Provinsi DKI Jakarta memiliki luas wilayah 664,01 km2.
  3. Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa  Barat dibentuk  berlandaskan  Undang - undang  No. 11 Tahun 1950 dengan  Bandung sebagai ibukotanya. Luas wilayah mencapai 35.377,76 km2.
  4. Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Tengah ditetapkan berdasarkan UU No. 10 Tahun 1950 dengan Semarang sebagai ibu kotanya. Luas wilayah Provinsi Jawa Tengah adalah 32.800,69 km2.
  5. Provinsi DI Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta atau biasa disingkat dengan DIY adalah salah satu daerah otonom setingkat propinsi yang ada di Indonesia dengan  luas wilayah 3.133,15 km2. Provinsi ini beribukota di Yogyakarta. Status sebagai Daerah Istimewa berkenaan  dengan  runutan  sejarah  berdirinya provinsi ini, baik sebelum  maupun  sesudah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
  6. Provinsi Jawa Timur, Luas Provinsi Jawa Timur mencapai 47.799,75 km2, dengan ibu kotanya adalah Surabaya. Pulau Madura merupakan pulau terpisah dari Pulau Jawa namun tetap masuk dalam administrasi Provinsi Jawa Timur.
  7. Provinsi Bali, Provinsi Bali terletak di Sebelah Timur Pulau Jawa yang dipisahkan oleh selat. Luas Provinsi Bali adalah 5.780,06 km2 dengan ibu kota Denpasar.

 

Tujuan Utama dari Rencana Tata Ruang (RTR) Pulau Jawa Bali

Rencana Tata Ruang (RTR) Pulau Jawa - Bali merupakan arahan bagi Rencana Pengembangan Pulau Jawa - Bali sampai jangka waktu 20 tahun  mendatang yang menyangkut berbagai kepentingan  stakeholder, oleh karena itu informasi rencana  didalamnya harus diketahui tidak hanya oleh kalangan pemerintah  saja, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Mewujudkan Pulau Jawa sebagai Lumbung Pangan Nasional, Pusat Industri, Potensi Mineral, Minyak dan Gas Bumi, Potensi Perikanan, Perkebunan, dan Kehutanan, Pusat Perdagangan dan Jasa serta Pusat Pariwisata

Mewujudkan Pulau  Bali sebagai  salah  satu  Pusat  Pariwisata  di Dunia. Keindahan alamnya serta dipadu dengan keunikan dan masih kentalnya budaya setempat  menjadikan  Bali sebagai tujuan wisata turis mancanegara. Beberapa tujuan wisata utama di Bali antara lain Pantai Sanur, Pantai Kuta, Bedugul, Tanah  Lot, Danau  Batur Kintamani, dan  lain sebagainya. Banyaknya objek wisata dan wisatawan yang berkunjung ke Bali menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor yang utama di Pulau Bali.

Isu  Strategis

  1. Pusat konsentrasi penduduk dan ekonomi nasional, dengan dominasi kegiatan industri yang umumnya padat karya, butuh  sumber  daya air dan  ruang yang banyak dan cenderung menghasilkan pencemaran;
  2. Kesenjangan  ekonomi  antar  wilayah di Pulau Jawa  dan  Bali (Bagian Utara dan Selatan);
  3. Pulau Jawa - Bali memproduksi padi terbanyak;
  4. Deforestasi dan  kenaikan  muka air laut;
  5. Semakin banyak izin dan kawasan pertambangan berdampak  buruk terhadap lingkungan.

Potensi/ Keunikan

Pulau Jawa adalah pulau yang memiliki tingkat kemajuan pembangunan tertinggi di Indonesia. Kegiatan ekonomi di Indonesia terkonsentrasi di wilayah ini. Kekayaan sumber daya alam, angkatan kerja usia muda yang berpendidikan, pasar   domestik   yang   luas yang tumbuh secara cepat, digabungkan dengan kondisi sarana dan prasarana yang lengkap     menjadi     faktor keunggulan Pulau Jawa.

Pulau Jawa masih diandalkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industri dalam jangka menengah maupun panjang.  Hal ini karena  dari sisi  sumber   daya  manusia, infrastruktur dan sumberdaya alam, Pulau Jawa lebih siap menjadi lokasi pengembangan industri dibandingkan pulau - pulau  lainnya. Meskipun dalam jangka panjang  ini, dominasi  Pulau Jawa dalam  penyebaran  industri akan  semakin berkurang,  yaitu  menjadi  60% dan  luar Pulau Jawa menjadi 40%.

Pulau Jawa juga akan tetap  menjadi pusat pertumbuhan bagi industri padat karya dan padat  modal,  seperti  tekstil dan  produk tekstil, alas kaki, serta elektronik dan otomotif beserta industri komponen.

Pengembangan industri  diprioritaskan  di tiga provinsi yaitu Jawa  Tengah (Jateng), Daerah  Istimewa  Yogyakarta  (DIY)   dan Jawa  Timur (Jatim).   Di  Jawa Tengah,  industri yang  diprioritaskan  antara  lain  makanan dan minuman, logam, komponen otomotif, keramik,  tekstil,  dan   furnitur   kayu. Di Yogyakarta, memfokuskan pengembangan industri batik, pengolahan  kulit, kerajinan dan pengolahan  kayu. Adapun di Jawa Timur, pengembangan diprioritaskan untuk industri makanan dan minuman, tekstil, perkapalan, garam, serta usaha kecil menengah sektor sandang, kerajinan dan batu mulia.

Pulau Jawa mengendalikan sekitar 60% aktivitas ekspor - impor nasional terutama pada Wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi). Pada wilayah ini pengembangan ekonomi mengarah pada jasa nasional karena memiliki sarana dan prasarana yang lengkap dan sangat menunjang. 

Pulau  Bali merupakan  salah  satu  pusat pariwisata  di dunia. Keindahan alamnya serta dipadu dengan keunikan dan masih kentalnya budaya setempat  menjadikan  Bali sebagai tujuan wisata turis mancanegara. Beberapa tujuan wisata utama di Bali antara lain Pantai Sanur, Pantai Kuta, Bedugul, Tanah  Lot, Danau  Batur Kintamani, dan  lain sebagainya. Banyaknya objek wisata dan wisatawan yang berkunjung ke Bali menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor yang utama di Pulau Bali.

Daya Tarik wisata di Pulau Bali terkait dengan kehidupan  masyarakat  Bali diwarnai  dengan  berbagai  upacara  adat  sehingga  dapat dikatakan kehidupan spiritual masyarakat Bali tidak dapat dilepaskan dari berbagai upacara ritual. Upacara-upacara diselenggarakan ada yang bersifat kadangkala, namun ada pula yang dilaksanakan setiap hari. Oleh sebab itu di Bali dapat terlihat dibeberapa tempat terdapat sajian-sajian bekas upacara yang mungkin hanya dilaksanakan secara kecil- kecil saja. Upacara-upacara  besar yang diselenggarakan masyarakat pada umumnya meliputi Upacara penyambutan kelahiran, Upacara turun tanah, Upacara potong gigi, Upacara pernikahan hingga Upacara kematian.

Loading