Gambaran Umum


Umum

Kepulauan Nusa Tenggara atau Kepulauan Sunda Kecil (sekarang kadangkala digunakan dalam peta - peta geografis dunia), adalah gugusan pulau - pulau di Sebelah Timur Pulau Jawa, dari Pulau Bali di Sebelah Barat, hingga Pulau Timor di Sebelah Timur. Kepulauan Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar yang merupakan bagian dari Wilayah Provinsi Maluku secara geologis juga termasuk dalam Kepulauan Nusa Tenggara.

Secara administratif, Kepulauan Nusa Tenggara termasuk Wilayah Negara Indonesia, kecuali Bagian Timur Pulau Timor termasuk Wilayah Negara Timor Leste.

Di awal kemerdekaan Indonesia, kepulauan ini merupakan Wilayah Provinsi Sunda Kecil yang beribukota di Kota Singaraja, kini terdiri atas 2 (dua) Provinsi (berturut - turut dari barat) : Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Data Administrasi

Wilayah  Nusa  Tenggara  secara  administrasi terdiri  dari  2 provinsi,  3  kota,  28 kabupaten, 402   kecamatan dan 3.688 kelurahan/desa, dengan Luas Wilayah Daratan sekitar 68.871,25 Km². Wilayah Kepulauan Nusa Tenggara terletak antara 80 – 120 Lintang Selatan dan 1.150 – 1.250 Bujur Timur dan merupakan Wilayah Kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 1.472 pulau, yang terdiri dari 74 pulau berpenghuni dan 1.398 pulau yang belum berpenghuni.

Tujuan Utama dari Rencana Tata Ruang Nusa Tenggara

Rencana Tata Ruang (RTR) Pulau Nusa Tenggara merupakan arahan bagi rencana pengembangan Pulau Nusa Tenggara sampai jangka waktu 20 tahun  mendatang yang menyangkut berbagai kepentingan  stakeholder, oleh karena itu informasi rencana  didalamnya harus diketahui tidak hanya oleh kalangan pemerintah  saja, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Peraturan   Pemerintah   No.  26  Tahun   2008  tentang Rencana  Tata  Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) menyatakan  bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) adalah  rencana  tata  ruang yang bersifat umum. Dalam rangka penjabaran  dan operasionalisasi  sistem  nasional  yang  termuat  dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) diamanatkan  untuk disusun rencana  rinci yang berupa Rencana Tata Ruang (RTR) Pulau Nusa Tenggara.

Potensi/ Keunikan

Secara  keseluruhan,  perekonomian  Wilayah  Nusa  Tenggara  masih  ditopang  oleh sektor tiga sektor utama, yaitu sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor jasa. Kontribusi ketiga sektor tersebut hampir 65 persen dalam pembentukan PDRB Nusa Tenggara.  Di luar ketiga sektor utama tersebut, sektor perdagangan, hotel dan restoran juga memiliki peran yang cukup besar.  Struktur perekonomian wilayah tersebut relatif tidak mengalami pergeseran yang berarti selama periode 2005 - 2011.

Sektor Unggulan Wilayah Nusa Tenggara, antara lain adalah: sektor perikanan tangkap laut dan budiday : seperti mutiara di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tanaman pangan (jagung), sektor pariwisata bahari, dan peternakan, dan perkebunan. 

Sektor Unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, antara lain adalah:

  1. Perkebunan dengan komoditas unggulan tembakau virginia, tembakau rakyat, dan tanaman kapas ;  
  2. Perikanan  dan Kelautan dengan  komoditas unggulan rumput laut, mutiara ;
  3. Perikanan budidaya tambak. 
  4. Pariwisata Keindahan Alam Nusa Tenggara Barat, seperti Pantai Senggigi, Gili Trawangan, Kuta Mandalika, Gili Meno, Pulau Moyo, dan masih banyak lagi.

Potensi Komoditas Unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, adalah :

  1. Pertanian dan perkebunan dengan komoditas unggulan jamu mete, jagung, dan kayu cendana ;
  2. Peternakan (sapi),
  3. Perikanan dan Kelautan terutam adalah perikanan tangkap laut dan budidaya.
  4. Pariwisata Nusa Tenggara Timur banyak sekali obyek wisata antara lain : Obyek Wisata Alam, Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Minat Khusus, Wisata Kuliner, Wisata Olah Raga, Wisata Belanja , dari sekian banyak obyek Wisata Nusa Tenggara Timur yang terkenal adalah  Wisata Alam yiatu :  Pulau Komodo dan Danau Kelimutu 

Komoditas dan Sektor Unggulan Daerah

  • Tanaman Pangan

Perkembangan produksi padi di Wilayah Nusa Tenggara tahun 2012 mencapai lebih tinggi dari produksi padi tahun 2011, dengan rata - rata produkstifitas sebesar 4,43 ton/ha. Produktivitas padi di Nusa Tenggara masih jauh dibawah rata - rata produktivitas padi nasional.

Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan penghasil pada terbesar di Wilayah Nusa Tenggara dibandingkan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tingginya produksi padi di Nusa Tenggara Barat di dukung oleh tingkat produktivitas dan luas panen yang cukup tinggi dibandingkan Nusa Tenggara Timur.

Selain tanaman pangan, tanaman palawija di Wilayah Nusa Tenggara, produksi dan luas panen terbesar untuk tanaman palawija adalah jagung dan ubi kayu.  Sebaran produksi jagung di Wilayah Nusa Tenggara hampir merata di kedua provinsi, namun untuk luas panen lebih luas di Provinsi Nusa Tenggara Timur.   Sementara untuk produksi ubi kayu terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Timur

  • Tanaman Perkebunan

Komoditas perkebunan yang menjadi unggulan di Wilayah Nusa Tenggara adalah tanaman kakao, kelapa, kopi, dan tembakau. Perkembangan produksi keempat komoditas tersebt dari tahun 2006 -2011 relatif meningkat setiap tahunnya, kecuali untuk tembakau kecenderungan menurun.

Penyebaran produksi kelapa dan kopi terbesar adalah di Provinsi Nusa Tenggara Timur dibandingkan Nusa Tenggara Barat. Sementara untuk sebaran produksi tembakau terbesar terdapat di Nusa Tenggara Barat dengan produksi sebesar 17.589 ton dengan luas areal seluas 31.323 ha.

  • Peternakan

Perkembangan populasi peternakan di Wilayah Nusa Tenggara, jumlah populasi paling dominan adalah babi, sapi potong, dan kambing. Perkembangan keempat jenis ternak tersebut dari tahun 2007 – 2011 cenderung meningkat. Penyebaran sapi potong di Wilayah Nusa Tenggara Timur, sebaran populasi kambing di Nusa Tenggara Tiur, dan sebaran populasi babi terbesar terdapat di Nusa Tenggara Timur.

Sementara untuk populasi ternak unggas di Wilayah Nusa Tenggara dengan populasi terbesar adalah jenis ayam buras dan jenis itik, perkembangan kedua jenis ternak unggas tersebut cenderung menurun. Populasi ternak ayam buras tahun 2011 tercatat sebanyak 12.645.210 ekor, dan untuk ternak itik sebanyak 770.800 ekor, lebih rendah dibandingkan populasi tahun sebelumnya.

Sementara untuk sebaran populasi ternak ayam buras  terbesar terdapat di  Provinsi Nusa  Tenggara  Timur,  dan  populasi  itik  di  Provinsi  Nusa  Tenggara  Barat dengan  populasi. Untuk jenis unggas lainnya dengan populasi cukup besar adalah ayam ras pedaging dengan yang sebagian besar terdapat di Nusa Tenggara Barat.

  • Perikanan dan Kelautan

Produksi perikanan dan kelautan di Wilayah Nusa Tenggara terdiri dari perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Produksi terbesar perikanan tangkap berasal dari perikanan tangkap laut, perkembangan produksi perikanan tangkap dalam kurun waktu 2007 - 2010 rata - rata kecenderungan menurun. Hal ini ditunjukan dengan produksi perikanan tangkap laut tahun 2010 menurun dibandingkan kondisi pada tahun 2009, sementara produksi perikanan tangkap perairan umum meningkat dari produksi tahun 2009.  Produksi perikanan tangkap laut dan perairan umum terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sementara untuk perkembangan budidaya perikanan terdiri dari perikanan budi daya laut, tambak, kolam, karamba, jaring apung dan sawah (mina padi). Perkembangan produksi perikanan budidaya di Wilayah Nusa Tenggara antar tahun 2005 dan 2010 rata - rata meningkat.

Produksi  perikanan  budidaya  terbesar  di  Nusa  Tenggara  adalah  jenis  budidaya laut  dan budidaya tambak.   Sebaran produksi perikanan budidaya laut terbesar terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan sebaran produksi perikanan budidaya tambak terbesar terdapat di Nusa Tenggara Barat

Isu  Strategis

  1. Penduduk miskin di wilayah Nusa Tenggara pada tahun 2012 mencapai 1,87 juta jiwa, meliputi 6,4 persen dari total penduduk miskin di Indonesia, dan dengan tingkat kemiskinan sebesar 19,79 persen. Tingkat kemiskinan tersebut berada di atas tingkat kemiskinan nasional, dan menjadi wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi kedua setelah Wilayah Papua.
  2. Letak geografis yang berdekatan dengan negara tetangga (Australia dan Timor Leste). Permasalahan perbatasan di Pulau Nusa Tenggara :
  • Kesenjangan  dalam perkembangan  sosial ekonomi yang mencolok antar wilayah desa, antar  desa  dan  kota, dan antar sektor ekonomi.
  • Kurangnya peranan dan keterkaitan sektor modern terhadap sektor tradisional
  • Terbatasnya sumber daya manusia baik secara kualitas maupun kuantitas
  • Masih rendahnya tingkat aksesibilitas wilayah dan kurangnya kemudahan terhadap fasilitas berusaha sehingga menjadi kendala untuk menarik investasi.
  • Terbatasnya infrastruktur berupa sarana dan prasarana transportasi.
  • Keadaan  topografi yang berat,  sebagian  besar pulau - pulau kecil diantara perairan laut,  sehingga  sulit dijangkau oleh program pembangunan.
  1. Luas lahan kritis di Wilayah Nusa Tenggara tahun 2010 mencapai 4.695.745,90 hektar atau sekitar 5,71 persen dari luas lahan kritis nasional, dengan kategori sangat kritis seluas 966.251,30 hektar sebagian besar terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk kategori kritis seluas 2.228.395,30 hektar sebagian besar terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan lahan kritis yang termasuk kategori agak kritis sebesar 1,501.099,30 hektar dengan sebaran paling luas di Nusa Tenggara Timur.
  2. Prasarana Sumber Daya Air yaitu bendungan dan embung belum mampu melayani air untuk kegiatan pertanian dan peternakan;
  3. Kelembagaan petani pemakai air belum mampu melaksanakan pengelolaan secara swadaya terhadap prasarana sumber daya air yang menjadi tanggung jawabnya;
Loading