Gambaran Umum


Data Administrasi

Wilayah Maluku secara administrasi terdiri dari 2 provinsi, 4 kota, 16 kabupaten, 85 kecamatan dan 1.939 kelurahan/desa, dengan luas wilayah daratan Kepulauan Maluku sekitar 78.897 Km2. Wilayah Maluku merupakan daerah kepulauan yang memiliki jumlah gugus pulau kecil dan besar cukup banyak. Berdasarkan data statistik DKP tahun 2009, jumlah pulau di Kepulauan Maluku sekitar 2.924 pulau yang terdiri dari 1.396 pulau yang sudah bernama dan 1.528 pulau yang belum bernama. Penyebaran pulau terbanyak ada di Provinsi Maluku Utara sebanyak 1.525 pulau yang terdirir dari 628 pulau sudah bernama dan 897 pulau belum bernama. Sementara di Provinsi Maluku memiliki pulau sebanyak 1.399 pulau terdiri dari 768 pulau sudah bernama dan 631 pulau belum bernama.

 Tujuan Utama Rencana Tata Ruang Kepulauan Maluku

Rencana Tata Ruang (RTR) Kepulauan Maluku merupakan arahan bagi rencana pengembangan Kepulauan Maluku sampai jangka waktu 20 tahun mendatang yang menyangkut berbagai kepentingan stakeholder. Oleh karena itu informasi rencana didalamnya harus diketahui tidak hanya oleh kalangan pemerintah saja, tetapi juga oleh masyarakat luas. 

Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) menyatakan bahwa RTRWN adalah rencana tata ruang yang bersifat umum. Dalam rangka penjabaran dan operasionalisasi sistem nasional yang termuat dalam RTRWN diamanatkan untuk disusun rencana rinci berupa Rencana Tata Ruang Kepulauan Maluku

Potensi/ Keunikan

Perekonomian Wilayah Maluku pada tahun 2012 mengalami percepatan pertumbuhan dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2011. Pada tahun 2012, dampak pelemahan ekonomi dunia nampak dirasakan di beberapa provinsi di Indonesia, khususnya provinsi-provinsi penghasil komoditas ekspor yang permintaan dan harganya turun di pasar dunia. Namun pertumbuhan di Provinsi Maluku Utara dan Maluku masih tumbuh positif dan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Sektor unggulan wilayah Kepulauan Maluku, antara lain adalah: perikanan dan kelautan yang meliputi perikanan budidaya dan perikanan tangkap, sektor perkebunan dengan komoditas utama antara lain adalah tanaman kelapa, kakao, kopi, jarak, dan tanaman rempah-rempah (lada, cengkeh, dan pala); pertanian tanaman pangan dengan komoditas utama adalah tanaman padi, jagung, ubi kayu, dan ubi jalar. Sementara untuk industri unggulan yang memberikan output nilai tambah terbesar di Provinsi Maluku adalah industri karet remah di Kabupaten Maluku Tengah, industri veneer di pulau Buru, industri pengolahan dan pengawetan daging di Kota Ambon, Maluku tengah, dan Kepulauan Aru, serta industri jasa perbaikan kapal di Kota Ambon. Sementara industri unggulan di Provinsi Maluku Utara dengan output nilai tambah terbesar adalah industri panel kayu yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Sula, dan industri kayu lapis di Kabupaten Halmahera Timur.

Komoditas dan Sektor Unggulan Daerah

  • Tanaman Pangan

Perkembangan produksi dan luas panen padi di Wilayah Kepulauan Maluku dari tahun 2007 – 2012 meningkat. Pada tahun 2012, tercatat produksi padi mencapai 168.098 ton lebih dengan luas panen 41.070 ha. Kondisi ini lebih tinggi dibandingkan produksi dan luas panen padi tahun sebelumnya. Namun produktivitas padi di Wilayah Kepulauan Maluku masih dibawah rata-rata produktivitas padi nasional.

Perkembangan tanaman palawija di Wilayah Kepulauan Maluku, produksi terbesar adalah jagung, ubi kayu, dan ubi jalar. Perkembangan produksi dari ketiga komoditas tersebut rata-rata meningkat dari tahun 2007-2012. Penyebaran produksi jagung terbesar terdapat di Provinsi Maluku Utara, produksi ubi kayu di Provinsi Maluku, serta produksi ubi jalar di Provinsi Maluku Utara

  • Tanaman Perkebunan

Komoditas perkebunan terbesar yang dihasilkan dari Wilayah Kepuluan Maluku adalah jenis komoditas kakao, kelapa, dan kopi. Perkembangan tingkat produksi dari ketiga komoditas tersebut rata-rata meningkat dari tahun 2007- 2011. Pada tahun 2011, peyebaran produksi kelapa terbesar terdapat di Provinsi Maluku Utara, sementara untuk produksi kopi terbesar terdapat di Provinsi Maluku.

  • Peternakan

Perternakan ternak besar di Wilayah Maluku dengan populasi terbesar adalah babi, kambing, dan sapi potong. Perkembangan populasi untuk ketiga jenis ternak besar tersebut, rata-rata meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data tahun 2011, populasi untuk ketiga jenis ternak besar tersebut sebagian besar terdapat di Provinsi Maluku.

  • Pertambangan

Sumberdaya alam lainnya adalah pertambangan dan energi, diantaranya batu bara, gas bumi dan minyak bumi yang cukup berlimpah. Perkembangan produksi batu bara nasional tahun 2004-2011 meningkat dengan produksi batubara hingga akhir tahun 2011 mencapai 290 juta ton. Total sumberdaya batu bara nasional tahun 2011 adalah sebanyak 105.187,44 juta ton. Potensi batu bara di wilayah Maluku sekitar 2,13 juta ton, untuk potensi gas bumi, wilayah maluku memiliki potensi gas bumi sebesar 15,22 TSCF (Trillion Square Cubic Feet) atau sebesar 14,93 persen dari potensi cadangan gas bumi nasional. Sementara untuk minyak bumi, cadangan minyak bumi Indonesia mencapai 7.039,57 MMSTB (Million Stock Tank Barrels/Cadangan Minyak Bumi) dengan cadangan minyak bumi di wilayah Maluku mencapai sekitar 37,92 MMSTB atau sebesar 0,51 persen dari cadangan minyak bumi nasional.

  • Pariwisata

Sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di Indonesia bagian timur, Provinsi Maluku sangat kaya dengan berbagai objek wisata baik berupa panorama alam maupun bangunan-bangunan peninggalan sejarah seperti Masjid Kuno Desa Kaitetu dan hasil kerajinan.

Ketersediaan daya tarik bawah laut sesuai dengan karakteristik wilayah Maluku sebagai daerah kepulauan, Gunung api, Gunung api bawah laut, Daerah perbukitan, Pemandangan alam, Teluk, Danau dan Keramah-tamahan masyarakat Maluku yang sudah dikenal sejak dahulu dengan tradisi masyarakat yang menganggap Wisatawan Sebagai Raja. Sejak zaman purba kala, Maluku diakui telah memiliki daya tarik alam selain daripada rempah-rempahnya. Terdiri dari ratusan kepulauan membuat Maluku memiliki keunikan panorama disetiap pulaunya dan mengundang banyak turis asing datang untuk mengunjungi bahkan menetap di kepulauan ini. Selain objek wisata alam, beberapa peninggalan zaman kolonial juga merupakan daya tarik tersendiri karena masih dapat terpelihara dengan baik hingga sekarang. Bahkan dibeberapa daerah,pariwisatanya sudah terkenal sampai ke mancanegara. 

Isu Strategis 

  • Isu strategis dalam pengembangan potensi unggulan daerah, yaitu:
  1. Maluku sebagai lumbung ikan nasional
  2. Maluku sebagai Provinsi rempah-rempah
  3. Pengembangan Pariwisata Bahari
  4. Pengembangan Pertambangan & Energi
  5. MP3EI 2011 – 2025

Dengan adanya beragam potensi dan komoditi unggulan yang dimiliki Maluku, maka diperlukan sinergi antara Dunia Usaha, Pemerintah, Serikat Pekerja dan para pemangku kepentingan dalam rangka mengembangkan perekonomian Provinsi Maluku

  • Kondisi kerawanan terhadap bencana Kepulauan Maluku (Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara) berkarakteristik pulau/kelautan yang terbagi ke dalam 17 gugus kepulauan.
  • Letak geografis yang berdekatan dengan negara tetangga (Maluku – Australia dan Maluku Utara – Filipina/Palau). Permasalahan perbatasan di Kepulauan Maluku:
  1. Kesenjangan dalam perkembangan sosial ekonomi yang mencolok antar wilayah desa, antar desa dan kota, dan antar sektor ekonomi.

  2. Kurangnya peranan dan keterkaitan sektor modern terhadap sektor tradisional

  3. Terbatasnya sumber daya manusia baik secara kualitas maupun kuantitas

  4. Masih rendahnya tingkat aksesibilitas wilayah dan kurangnya kemudahan terhadap fasilitas berusaha sehingga menjadi kendala untuk menarik investasi.

  5. Terbatasnya infrastruktur berupa sarana dan prasarana transportasi.

  6. Keadaan topografi yang berat, sebagian besar pulau-pulau kecil diantara perairan laut, sehingga sulit dijangkau oleh program pembangunan.

 

Loading